Rabu, 06 Januari 2016

Tahun Pertama Setelah Perpisahan Kita

Selamat tahun baru untukmu. Bagaimana malam tahun baru kamu ? apakah menyenangkan ?

Dua ribu lima belas milikku yang dulu sepenuhnya hanya dirimu, kini sudah tertinggal jauh di belakang. Dua ribu belas milikmu tentu tidak sesedih aku. Yg kulihat, kamu dan kekasih barumu semakin dekat, Bahkan baru-baru ini aku tau kamu pergi bersama kekasih mu ke tempat yg dulu pernah kita datangi bersama. 

Tentu kamu tidak membayangkan, betapa sisa-sisa dua ribu lima belas yang aku lewati tanpa kehadiranmu adalah hari-hari menyedihkan yang perihnya aku tahan sendiri. Tidak ada orang yang mengerti betapa kehilanganmu adalah ketakutan terbesarku. Dan, kepergianmu yang tiba-tiba bahkan masih menimbulkan tanya di dadaku. Diam-diam, aku berkata dalam hati, "Apakah memang aku tidak sepenting itu bagimu?"

Aku berusaha meyakinkan diriku untuk membencimu di sisa-sisa dua ribu belas milikku yang aku lewati setelah perpisahan kita. Aku berusaha mencari semua kesalahanmu untuk menghipnotis diriku sendiri bahwa kamu adalah pria super jahat. Namun, saat malam menjelang, dan wajahmu ada dalam ingatanku saat itu-- nyatanya bagiku kamu tidak sejahat itu. 

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan jahat pada pria yang dengan sepeda motor Honda Vario nya itu tetap mau mengantarku hingga depan rumah. Aku begitu tahu, betapa kakimu pegal karenaku. Betapa rumahku yang jauh tentu sangat menyiksamu. Tapi, di depanku, kamu tetap tersenyum dan dengan senang hati langsung menyerahkan satu helm lain yang kamu bawa khusus untukku. Hanya sesederhana mengantar sampai depan rumah, menunggu di depan meskipun kepanasan, tapi namamu sampai sekarang membekas dalam ingatan. Kamu yang harusnya sejak dulu kulupakan malah jadi sosok yang paling sulit untuk aku hilangkan.

Tahukah kamu, di sisa-sisa dua ribu lima belas yang aku lewati tanpamu, adalah masa-masa sulit bagiku untuk menerima bahwa kita tidak lagi bersama. Bahwa tak akan ada lagi pesan singkatmu. Bahwa tidak akan ada lagi suaramu. Tidak ada pelukmu. Tidak ada tawamu. Tidak ada hari-hari bersamamu. Aku berjalan sendirian serta tertatih kesepian, berusaha meraba-raba hari demi hari. Berjalan dari satu ketakutan ke dalam ketakutan lain. Mengingat betapa masa-masa tanpamu adalah hal sulit yang belum bisa aku lewati. Bahkan hingga detik ini. Aku masih jadi perempuan yang ingin kamu cepat pulang.

Kamu tidak tahu hari-hari yang aku lewati dengan menatap ponsel setiap menit, berharap ada pesanmu. Kamu tidak pernah tahu, setiap ada pemberitahuan masuk, aku berharap itu kamu. Kamu tidak tahu, setiap ada panggilan berdering, aku berharap kamulah yang ada di ujung telepon. Kamu tidak tahu, aku tidak membalas semua pesan pria yang lebih baik darimu hanya karena aku ketakutan menjalani hubungan yang nantinya akan berakhir seperti hubungan kita. Kamu tidak tahu, berapa pria yang berusaha masuk ke dalam hatiku, tapi sekuat hati aku menutup diri karena dalam bayanganku masih kamulah yang cocok bertempat di sini-- di hatiku yang hanya pantas kauhuni. Kamu tidak tahu sudah berapa air mata yang kujatuhkan dalam doaku, memohon Tuhan menghapus segala ingatanku tentangmu, meminta aku terkena Alzheimer, atau amnesia, asal aku lupa waktu-waktu indah bersamamu dan yang aku ingat hanyalah kebahagiaan-kebahagiaan bersama sahabat dan keluargaku. Kamu tidak tahu betapa sampai sekarang aku masih takut jatuh cinta jika cinta berarti harus jatuh dan kehilangan lagi untuk yang kedua kali.

Kamu tidak tahu betapa aku masih mengitung hari. Sehari, tujuh hari, dua puluh hari, lima puluh hari, seratus hari, untuk menunggumu pulang. Aku tahu kamu tidak akan pulang. Kamu pasti tidak akan menapaki lagi jalan pulang menuju aku. Karena jalan pulangmu tidak lagi mengarah kepadaku. Sejak wanita itu hadir di antara kita berdua, entah mengapa aku tidak bisa menyalahkan wanita itu, aku malah menyiksa dan menyalahkan diriku sendiri. Apa salahku hingga kamu meninggalkanku kemudian memilih dia?

                                                                                                                                                                               Dari wanita yg selalu menyebut nama mu di dalam doa nya
-YS-
08032015