Rabu, 16 Desember 2015

Lirik Lagu Ed Sheeran - Thinking Out Loud

Thinking Out Loudby Ed Sheeran
When your legs don't work like they used to beforeAnd I can't sweep you off of your feetWill your mouth still remember the taste of my loveWill your eyes still smile from your cheeksAnd darling I will be loving you till we're 70And baby my heart could still fall as hard at 23And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious waysMaybe it's all part of a planOh me I fall in love with you every single dayAnd I just wanna tell you I amSo honey nowTake me into your loving armsKiss me under the light of a thousand starsPlace your head on my beating heartI'm thinking out loudThat maybe we found love right where we are
When my hair's overgone and my memory fadesAnd the crowds don't remember my nameWhen my hands don't play the strings the same wayI know you will still love me the sameCause honey your soul can never grow oldIt's ever greenBaby your smile forever in my mind and memoryAnd I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious waysMaybe just the touch of a handWhile I continue making the same mistakesHoping that you'll understandBut baby now
Take me into your loving armsKiss me under the light of a thousand starsPlace your head on my beating heartThinking out loudThat maybe we found love right where we are
So baby now
Take me into your loving armsKiss me under the light of a thousand starsOh darling, place your head on my beating heartI'm thinking out loudThat maybe we found love right where we areOh maybe we found love right where we areAnd we found love right where we are

Senin, 23 November 2015

Empat Bulan Tanpa mu

Sehari setelah kamu pergi, aku merasa duniaku tidak lagi berotasi dengan normal. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa menatap senyummu, tanpa melihat sosokmu, tanpa membaca pesan singkatmu, dan tanpa mendengar suaramu. Hari-hari yang aku lewati tanpamu adalah hari-hari penuh ketakutan. Dalam hati, aku berharap kamu pulang, namun nampaknya wanita yang telah bersamamu saat ini tidak mungkin mengikhlaskan dirimu kembali padaku.

Satu minggu menangisimu, nyatanya belum cukup bagiku. Aku masih meratapi kepergianmu bahkan saat satu bulan kita berpisah. Satu bulan ketika kamu tidak lagi bersamaku, entah mengapa semua rasa sesak masih tidak beranjak. Setiap kali aku menatap salah satu sudut di tempat yg pernah kita lewati bersama, selalu mengingatkan aku pada sosokmu. Aku ingat saat kamu membiarkan tubuhmu terkena angin malam hanya demi memberikan jaket mu untuk ku. Hingga saat ini, setiap kali aku menatap tempat-tempat yg pernah kita datangi bersama, rasanya aku ingin memutar ulang kejadian satu bulan yang lalu. Saat kamu masih seutuhnya milikku, saat aku duduk di sepada motor Honda Vario mu, saat aku memelukmu begitu erat dan kita saling bercerita sambil tertawa melupakan lelah nya setelah bekerja seharian.

Karena tahu melupakanmu bukan perkara mudah, dua bulan berikutnya— aku memutuskan untuk menyibukan diri ku dengan berbagai kegiatan, dan travelling. Namun, nyatanya, bayang-bayangmu kian membesar. Semua kenangan kita yang harusnya aku lupakan itu, justru makin membesar setiap kali aku mencoba untuk melupakan mu. Kamu menjelma menjadi apapun yang aku lihat serta aku rasa, dan aku semakin membenci diriku sendiri karena tidak mampu melupakanmu.

Sakit hatiku ternyata masih berusia panjang, di tiga bulan dalam proses melupakanmu, aku masih menemukan diriku yang masih sering menangisimu. Bahkan, di empat bulan setelah kamu pergi, Hal seindah apapun tidak ada yg melukiskan kebahagiaan. Kamu masih di sini, di relung hatiku yang sepi.

Setelah empat bulan kepergianmu, aku menyadari bahwa selama ini hari-hari yang berjalan terlihat semakin menakutkan. Aku sudah melupakan rasa sakit saat pertama kali kamu tinggalkan, tapi setiap kali mengingatmu— perlahan air mataku jatuh tidak terkendali. Aku memaksa diriku untuk berubah, untuk segera melupakanmu, untuk melupakan kenangan saat kita makan sate berdua di sekitaran jalan Buncit Raya, untuk melupakan logat Padang mu yg terkadang masih suka kau tunjukan, untuk melupakan suara sepeda motormu, untuk melupakan lagu-lagu yg selalu kau putar didalam mobil ketika kita jalan , untuk melupakan bagaimana cara mu merayakan ulang taun ku, untuk melupakan kita .tapi aku tidak bisa.

Kemarin, 08 November 2015 adalah hari jadi kita yg ke 8 bulan. Happy Failed Monthversary 8 bulan untukmu dan selamat gagal 4 bulan karena aku tidak berhasil melupakanmu. Kini, aku merasa semakin bodoh karena aku tidak sekuat dan seikhlas itu untuk menerima kenyataan bahwa kita tak lagi sejalan.

I MISS YOU Buncit Beyo Kesayangan Aku*titikduabintang*

Jumat, 20 November 2015

Lirik Lagu Tega - Rossa

Tegaby Rossa



Menjelang hari bahagiamuKau tak pernah tahu aku bersedihKau lupakan semua kenangan laluLalu kau campakkan begitu saja
Tega...Aku tahu dirimu kini telah ada yang memilikiTapi bagaimanakah dengan dirikuTak mungkin ku sanggup untuk kehilangan dirimuAku tahu bukan saatnyaTuk mengharap cintamu lagiTapi bagaimanakah dengan hatikuTak mungkin ku sanggup hidup beginiTanpa cintamu

Tak ingatkah kau dulu pernah berjanjiBahagaiakan diriku selamanyaTak berarti kah cinta kita yang laluHingga kau bersama dengan dirinya

Rabu, 18 November 2015

Lirik Tetap Dalam Jiwa


Tetap Dalam Jiwa
by Isyana Sarasvati

Tak pernah terbayang akan menjadi seperti ini pada akhirnyaSemua waktu yang pernah kita lewati bersamanya telah hilang dan sirnaHitam Putih perluJanji kita menungguTapi kita tak mampuSeribu satu cara kita lewati ntuk dapati semua jawaban ini
Bila memang harus berpisahAku akan tetap setiaBila memang ini memang ujungnyaKau kan tetap ada di dalam jiwaTak bisa tuk teruskanDunia kita berbedaBila memang ini ujung nyaKau kan tetap ada di dalam jiwa
Memang tak mudah tapi ku tetap menjalani kosong nya hatiDulu mimipi kita yang pernah terjadi tersimpan tuk jadi history
Hitam putih perluJanji kita menungguTapi kita tak mampuSeribu satu cara kita lewati tuk dapati semua jawaban ini
Bila memang harus berpisahAku akan tetap setiaBila memang ini memang ujungnyaKau kan tetap ada di dalam jiwaTak bisa ntuk teruskanDunia kita berbedaBila memang ini ujung nyaKau kan tetap ada di dalam jiwa

Titip Rindu Untuk Kamu

aku ternyata masih disini .
entah apa yg aku tunggu , tapi rasanya kaki ku sangat berat untuk melangkah ke tempat lain .
memang ini sudah terlalu lama dan seharusnya aku tidak lagi ada disini .
seharusnya aku sudah bisa berjalan jauh , melangkah lagi dengan jalan yg baru .
tapi semua seakan membuat ku untuk ku berhenti .

ya berhenti melalui apapun . 
aku tidak bisa berbohong pada diri ku sendiri .
mungkin aku bisa berpura-pura pada semua orang tentang keceriaan yg aku ciptakan , tapi aku tidak bisa membohongi air mata yg masih saja selalu jatuh disaat mengingat mu .

semuanya terlihat bodoh , ya sangat terlihat bodoh .
masih saja aku terkurung di keadaan yg gelap ini , masih saja aku menggantungkan kebahagiaan ku dengan mu .
padahal jelas-jelas kamu sudah memiliki kebahagiaan dengan wanita baru mu .

kenapa kamu terlalu jelas memperlihatkan semua itu ?
itu memang kebahagiaan mu , tapi apa kamu sama sekali tidak merasakan masa-masa sulit seperti yg aku rasakan saat ini ?
kepergian mu memang jelas sudah lama , tapi entah kenapa tuhan masih membiarkan ku tertahan disini dengan semua rasa sakit yg kamu tinggalkan .

banyak dari mereka yg menyuruhku untuk melupakan mu , tapi aku masih aja mengabaikan kata mereka .
tidak sedikit dari mereka yg menyebutku tidak penting unutk memikirkan orang seperti mu , tapi entah kenapa rasanya telinga ku tidak memperdulikan apapun yg mereka katakan .

hati ku tetap berkata bahwa kamu pantas umtuk aku pikirkan dan aku pertahankan .
bodoh ? ya memang . apa nya yg pantas sementara kamu saja tidak pernah sekalipun peduli lagi tentang keberadaan ku . apa nya yg harus di pertahankan sementara kamu saja sudah lebih awal melepaskan ku dan memilih bersama orang lain . 
berapa lama lagi aku harus menunggu mu kembali ? apa kamu tau rasanya menjadi orang yg setiap hari rasanya seperti mau mati ? ya mau mati karna semua tentang mu mengendap di bagian otak ku ! 

kamu tau rasanya menjadi orang yg hampir gila ??? 
ya hampir gila karna harus melihat mu setiap hari , bersama mu di satu tempat, di satu bagian bahkan di satu ruangan yg mengharuskan aku untuk berhadapan dengan mu .
aku harus melewati itu setiap hari , 5 hari daam seminggu , 21 hari dalam sebulan .
sementara di sisi lain, aku harus belajar melupakan mu . bagaimana bisa aku melupakan mu sementara aku harus menghadapi mu seperti itu . 

dulu kita pernah kenal , dekat , bahkan sangat dekat . pertemuan itu akhirnya mengubah kita menjadi sebuah satu hubungan yg diisi dengan saling mencintai .
sekarang semua berbalik , kita seperti tidak pernah mengenal , seperti tidak pernah menjalin apapun , seperti tidak pernah terjadi apa-apa .
padahal dulu kamu pernah menjadi orang yg selalu mengisi semua waktu ku .
kini keberadaan ku seakan asing untuk mu , aku seperti menjadi orang yg harus dan diwajibkan untuk kamu benci .





Teruntuk kamu orang yg pernah aku miliki di tanggal 08-03-2015,
aku sangat merindukan mu sampai saat ini
hati ku masih tertutup untuk siapa pun
seluruh bagian hati ku ikut terbawa dengan kepergian mu.
Untuk mu pria yg aku sering panggil dengan sebutan Buncit Beyo,
aku masih menyimpan mu sebagai isi di kehidupan ku.
bila ada kerinduan yg tak tersampaikan , mungkin ini namanya.
Rindu ku tetap tersimpan untuk mu , Pemiliknya


Senin, 09 November 2015

Bila Rasaku Ini Rasamu

Lirik Lagu Bila Rasaku Ini Rasamuby Kerispatih

Aku Memang Terlanjur MencintaimuDan Tak Pernah Ku Sesali ItuSeluruh Jiwa Telah Ku SerahkanMenggenggam Janji Setiaku
Kumohon Jangan Jadikan Semua IniAlasan Kau MenyakitikuMeskipun Cintamu Tak Hanya UntukkuTapi Cobalah Sejenak Mengerti

Bila Rasaku Ini RasamuSanggupkah Engkau Menahan SakitnyaTerkhianati Cinta Yang Kau Jaga
Coba Bayangkan KembaliBetapa Hancurnya Hati Ini KasihSemua Telah Terjadi

karma tuhan pasti ada !!!

mungkin dulu aku terlalu bodoh bisa mempercayai mu begitu cepat.
bahkan menganggap mu satu-satunya bahkan selamanya.
dulu aku pusatkan semua hidup ku pada mu, hingga aku tak menghiraukan omongan orang lain.
apapun rasanya seperti menutup mata ku.

dulu aku memang sangat-sangat bahagia bersama kamu,
jujur sampai saat ini aku masih belum percaya ,
orang yg dulu aku kenal sangat baik dan yg mampu membuat ku terbang setinggi awan ,
saat ini justru tega menjatuhkan aku dan menghempaskan aku ke dasar jurang .

sampai aku tidak dapat lagi berjalan untuk menggapai atas .
aku terperangkap di dalam jurang itu ,
penuh dengan kegelapan , tidak ada suara , tidak ada satu orang pun yg menolong ku untuk kembali ke atas .

kamu tau rasanya dibuang ? di campakan seperti sampah ?
ya itu yg aku rasakan sekarang .
ga adil , sangat tidak adil . tapi kamu peduli apa ?
kamu tidak akan pernah peduli .

di luar sana kamu bisa tertawa lepas , menikmati peran mu dengan wanita baru mu .
yaa memang aku saja yg terlalu bodoh masih saja membiarkan kamu untuk menguasai pikiran ku .
padahal kebahagiaan bukan hanya kamu yg menciptakan .
tapi rasanya aku malas memikirkan kebahagiaan , entah apa yg membuat ku masih saja mengagungkan nama mu di atas segalanya .

bila aku pemegang atas takdir manusia , aku sangat ingin membuat mu bisa merasakan apa yg saat ini aku rasakan.
tertekan menahan rindu, menahan sakit melihat orang yg kita cintai telah bersama orang lain, berpura-pura tersenyum padahal hati menangis , dan harus menahan perihnya di buang tanpa ada penjelasan dan kesempatan .

bukan untuk membalaskan dendam , karna sampai kapan pun aku tidak pernah menyimpan dendam pada mu .
aku hanya ingin kamu bisa sedikit lebih menghargai orang yg menyayangi mu .

aku percaya karma tuhan itu ada , aku percaya tuhan melihat bagaimana hitam dan putihnya .
aku tidak pernah ingin membalas mu atau apa pun, tp jika suatu saat kamu tiba-tiba merasakan apa yg aku rasakan berarti saat itu tangan tuhan sudah bekerja sesuai dengan kehendakNYA.

dan beruntungmya aku bila tuhan mengizinkan aku untuk melihat semua prosesnya :)

Selasa, 20 Oktober 2015

kamu tidak akan tahu rasanya jadi aku

Harusnya aku memang tak perlu menghubungimu lagi, jika hanya untuk membuat ku mejatuhkan air mata kembali ketika balasan mu tak sehangat dulu. Harusnya tak perlu aku membantumu lagi, jika hanya untuk kamu sakiti untuk yang kedua kali. Harusnya sudah sejak dulu kita menjauh, sehingga aku tak merasa terluka sedalam ini.

Kamu menawarkan banyak hal yang seharusnya aku tolak. Aku kira, aku sekuat baja, ternyata aku hanya Hawa yang tertipu dengan bisikan ular berbisa. Bodohnya, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, perasaan itu pun masih sama meskipun aku berusaha sekuat mungkin untuk menghindarimu.

Sekarang, aku merasa menjadi gadis paling tolol yang tiba-tiba lemah karena tersakiti cinta. Kamu pergi justru di saat aku berharap semua mimpi kita bisa menjadi nyata. Aku kira kamu berbeda dan di otakku telah muncul banyak khayalan yang suatu saat bisa kita abadikan. Telah aku bayangkan bagaimana bahagianya aku disaat kamu menemani ku dalam beratnya proses menyelesaikan skripsi sampai nantinya kamu mendamppingi ku dalam prosesi wisuda. Kamu, ya kamu yg aku harapkan berdiri disamping ku saat aku mengenakan baju wisuda dan memegang toga, kamu yg aku harapakan dapat datang ke kampus ku bersama kedua orang tua ku. Aku telah membangun semua mimpi itu meskipun kamu tidak pernah tahu, tapi tiba-tiba kamu remukan semua, kamu hancurkan tanpa pikir panjang, dan kamu meninggalkanku seperti tak terjadi apapun.

Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Jadi orang yang sulit untuk bernapas karena tidak tahu kabarmu. Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jadi perempuan yang diam-diam menangisimu ketika membaca seluruh pesan singkat kita dulu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi orang paling menderita karena merasa pura pura kuat padahal mengalamai kerapuhan . Kamu tidak akan pernah tahu dan tak akan pernah paham. Perasaan dan hatimu yang telah mati tak akan mungkin mengerti.

Iya, aku yang bodoh, semua salahku, selalu salahku. Aku tidak bisa melupakan suara sepeda motormu, kendaraan yang selalu mengantarku pulang hingga depan rumah. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kamu menyatakan cinta didalam mobil Corola Altis mu itu . Aku tidak bisa lupa caramu memandangku dari kaca spion motor, bagaimana matamu melirikku dengan ramah. Aku tidak bisa melupakan pelukmu, yang selalu kuanggap rumah untuk pulang. Aku tidak bisa melupakan leluconmu yg selalu membuat ku tertawa dan merindukan mu. Aku tidak bisa lupa bagaimana tawamu bisa benar-benar membuatku merasa lega dan tenang. Aku tidak bisa melupakan dialek anehmu saat berbicara, gaya bicaramu yang selalu membuatku rindu. Aku tidak bisa melupakan genggaman erat jemarimu yang entah bagaimana bisa seketika menenangkanku. Aku tidak bisa berhenti untuk menatap keluar rumah, berharap kamu tiba-tiba ada di situ, membawakanku selusin senyuman dan sepotong pelukan.

Aku ini gadis bodoh yang hobinya cuma menangis, bermimpi, menulis, lalu tak pernah tahu apa yang harus aku lakukan jika hatiku sedang sangat remuk seperti ini. Aku tak tahu apa arti dari semua ini. Apa arti hubungan kita yang berjalan hanya sesaat ini. Apa arti kebohonganmu yang sebenarnya tak bisa dimaafkan tapi selalu berusaha aku maafkan.

Aku tak mengerti mengapa pria sepertimu bisa membuat ku merasa gadis paling gila di dunia. Kamu membuat duniaku jungkir balik, pernapasanku selalu sesak karena lelah menangis, dan mataku selalu kabut karena penuh mendung. Kamu mengubah duniaku jadi berbeda. Aku sudah terbiasa denganmu. Terbiasa dengan pesan singkatmu, terbiasa dengan sapaanmu di ujung telepon, terbiasa dengan pelukmu, terbiasa dengan suara sepeda motormu, terbiasa dengan canda tawa kita didalam mobil, terbiasa dengan hadirmu, terbiasa dengan kita. Bagaimana mungkin kamu dan aku, yang sempat menjadi kita, harus kembali berpisah lagi menjadi aku dan kamu, sedangkan aku sangat nyaman menjadi kita?

Kamu tentu tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku. Rasanya jadi gadis yang selalu menatap ponsel hanya karena menunggu kabar darimu. Kamu tak tahu rasanya jadi wanita yang tak tahu apa-apa, namun tiba-tiba dunianya jadi dibikin berbeda karena kehadiranmu. Kamu tak akan pernah tahu rasanya jadi aku yg selalu menunggu kamu pulang.


Ada banyak mimpi yang belum terwujud bersamamu. Salah satunya adalah aku ingin memelukmu semalaman, tak perlu ada percakapan, memelukmu sudah lebih dari cukup. Aku ingin mendengar degup jantungmu, merasakan degup cinta seperti apa yang ada di dadamu. Jika sudah mewujudkan mimpi yang satu itu, silakan kalau kamu mau pergi. Pergilah

Senin, 19 Oktober 2015

Lirik Lagu Mytha - Aku Cuma Punya Hati

Mytha – Aku Cuma Punya Hati

Dulu saat ku siap mati untuk mu
Kamu tak pernah menganggap aku hidup
Dulu saat semua ingin ku pertaruhkan
Kamu tak pernah percaya cinta sejati ku.

Aku cuma punya hati
Tapi kamu mungkin tak pakai hati

Kamu berbohong aku pun percaya
Kamu lukai ku tak perduli
Coba kau pikir dimana ada cinta seperti ini

Kau tinggalkan aku, ku tetap disini
Kau dengan yg lain, ku tetap setia
Tak usah tanya kenapa, aku cuma punya hati


dimana hati nurani mu ?

Sabtu , 17 oktober 2015
malam itu akhirnya aku melihat hal yg entah harus aku ketahui atau tidak.
Ada sebuah tulisan yg aku baca pada sebuah akun sosial media , bertuliskan “dinner *dilengkapi emoticon sepasang cewe sama cowo* with Y (nama kamu) at sagara ancol”
ga nyangka bgt aku bisa liat moment kalian seperti ini, dan ga nyangka kamu secepet ini yaa buat nyaman lagi sama orang lain.
Hati nurani kamu dimana ya ? Ga inget dulu kamu ngomong apa ? Ga inget dulu kita seperti apa ?
Memang hak kamu untuk bahagia dan menemukan kebahagiaan, tapi apa tidak ada sedikit perasaan kamu untuk menjaga aku disini yg masih belum bisa melupakan?
Ga bisa kah sedikit aja kamu jaga perasaan aku untuk tidak terlalu mencolok ?
Aku masih ingat disaat kamu mengatakan untuk tidak mau membuka hati untuk siapa pun dan tidak ingin memulai hubungan baru karna ingin mengosongkan hati.
Bahkan kamu juga sempat menjanjikan tetap disini sekalipun aku ingin melupakan mu pelan-pelan. Apa kamu lupa ? Kamu lupa semua nya?
Aku juga masih sangat ingat disaat kamu bilang bahwa bukan hanya aku yg sulit melupakan tapi kamu juga, bukan hanya aku yg selalu memikirkan kamu tp kamu juga.
Kamu membuat aku seperti tidak sendirian untuk merindukan mu, kamu membuat aku yakin bahwa kamu jg merasakan apa yg aku rasakan.
Tapi sekarang kamu lagi dan lagi menjatuhkan aku ke jurang yg sangat dalam, kamu menghempaskan aku seperti barang yg tidak lagi berguna.
Dimana hati nurani kamu ? Dimana semua perasaan kamu yg dulu aku banggain ? Dimana semua kata-kata manis yg selalu kamu ucapin ?
Mana buktinya kamu bilang perasaan ga secepat itu untuk hilang ? Mana buktinya kamu bilang susah untuk jatuh hati dan nyaman sama orang lain ?
Apa karena dia satu suku sama kamu ? Apa karena dia yg kamu kenal lebih dulu sebelum aku ?
Apapun itu aku tidak peduli, saat ini aku mengerti kamu bukanlah orang yg aku kenal baik . Bukan lagi orang yg aku anggap dapat merasakan apa yg aku rasakan.
Kamu hanyalah orang yg berhasil membuat ku jatuh cinta teramat dalam lalu pergi begitu saja tanpa niat untuk kembali, kamu hanya datang untuk membuat luka yg baru.
Tidak sadarkah luka yg kamu buat kemarin saja belum bisa aku sembuhkan sampai saat ini !
Entah dimana perasaan mu, orang yg dulu selalu berhasil membuat aku tertawa , orang yg berhasil meyakinkan aku dengan rasa nyaman kini justru berhasil membuat ku
hancur sehancur-hancurnya , membuat ku jatuh sejatuh-jatuhnya.
Aku mencintai mu, bahkan masih mencintaimu sampai saat ini. Ya memang aku bodoh, dan sangat bodoh masih saja membiarkan perasaan ini tetap hidup sendirian
sedangkan kamu sudah bahagia dengan yg lain.
Aku bodoh masih selalu bermimpi dapat bersama mu kembali setelah semua luka yg kamu hadirkan dan tinggalkan disini.
Mungkin hanya aku yg masih tetap berdiri ditempat yg sama dan menunggu orang yg sama padahal aku tau orang itu tak akan pernah datang lagi.
Mungkin hanya aku yg tidak perduli bagaimana sakitnya , seberapa sakitnya untuk bisa tetap bersama kamu.
Dan mungkin hanya aku yg tetap ingin mengejar mu walau aku melihat sendiri kamu selalu saja berlari tanpa pernah melihat ke balakang bahwa ada aku
yg sudah berjatuhan hanya untuk mengajar mu.

Perasaan ini akan tetap kuat, tapi aku sadar saat ini ada orang lain yg lebih berhak atas kamu. Ada orang lain yg lebih berhak mencintai mu dibandingkan masa lalu mu.
Ini mungkin belum seberapa , cepat atau lambat aku yakin akan ada pemandangan yg lebih menyakitkan yg harus ku lihat.
Akan ada kenyataan pahit yg harus aku terima setelah ini, dan itu semua menuntut ku untuk tegar.
Terima kasih sudah menguji kesabaran dan kekuatan ku.
Untuk kamu, semoga yg kamu jalani saat ini adalah pilihan terbaik kamu. Semoga dia yg mempunyai banyak kelebihan mampu memenuhi semua keinginan kamu.
Semoga dia mampu untuk mencapai ekspektasi mu.
Bahagia untuk kalian. Setidak nya aku bisa melihat kamu lebih bisa memanjakan dia dibandingkan dulu ketika bersama ku.
Kamu , aku ingin melupakan mu. Sangat-sangat ingin.
Pergilah , pergi sejauh mungkin , bawa semua kebahagiaan mu.
Bawa dia dan semua cerita kalian. Aku sudah menghapus mu, aku sudah menghapus mu !!


Jumat, 16 Oktober 2015

kamu bukan kamu

Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa kecilmu, kecupan berbentuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku tersenyum diam-diam. Tanpa aku sadari ternyata perasaan ini mendalam dengan sendirinya.

Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Proses yang panjang itu ternyata tak terjadi, pertama kali melihatmu. Kebahagiaanku mulai hadir ketika kamu menyapaku lebih dulu dalam pesan singkat. Semua begitu bahagia.... dulu.

Aku sudah berharap lebih. Kugantungkan harapanku padamu. Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya kini semua hal itu seakan tak kaugubris. Kamu di sampingku, tapi getaran yang kuciptakan seakan tak benar-benar kaurasakan. Kamu berada di dekatku, namun segala perhatianku seperti menguap tak berbekas. Apakah kamu benar tidak memikirkan aku? Sementara dulu kamu adalah orang yg paling khawatir menunggu kabar ku .

Kamu tak akan mungkin pernah ingin tahu perasaan ku sekarang . Kau tak memahami perjuangan yang ku lakukan untukmu. Kamu ingin tahu rasanya seperti aku? Dari awal, ketika kita pertama kali berkenalan, aku hanya ingin melihatmu bahagia. Senyummu adalah salah satu keteduhan yang paling ingin kulihat setiap hari. Dulu, aku berharap bisa menjadi salah satu sebab kautersenyum setiap hari, tapi ternyata harapku terlalu tinggi sampai akhirnya aku jatuh ke paling bawah.

Semua telah berakhir. Ya berakhir disaat kau telah berhasil membuat ku jatuh cinta teramat dalam . Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak pantas lagi berada di sisimu. Entah sudah ada atau belum orang baru itu, tapi aku merasakan dia dekat dengan mu. Dengan jelas kamu berkata untuk membuka hati dengan orang lain untuk melupakan aku. Segitu kerasnya kah kau ingin melupakan semua sampai harus menghadirkan orang lain ?

Setelah tahu semua itu, apakah kamu pernah menilik sedikit saja perasaanku? Ini semua terasa aneh bagiku. Kita yang dulu sempat dekat, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena akhirnya kamu sibuk dengan yg kini kamu kabari setiap hari , yg kamu perhatikan setiap waktu dan yg kamu ucapkan selamat malam sebelum tidur, atau mungin yg kamu sapa juga dengan panggilan kesayangan yg kau berikan ?
Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diriku bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh.

Jika aku bisa langsung meminta pada Tuhan, aku tak ingin perkenalan kita terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu ketika menyebutkan nama. Aku tak ingin membaca pesan singkatmu yang lucu dan manis. Sungguh, aku tak ingin segala hal manis itu terjadi jika pada akhirnya kamu menghempaskan aku sejauh ini. Kini aku hanya bisa menatap untaian pesan singkat kita dulu yg sempat aku abadikan melalui screen shot.

Kalau kauingin tahu bagaimana perasaanku, seluruh kosakata dalam miliyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan. Perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti. Perasaan adalah ruang paling dalam yang tak bisa tersentuh hanya dengan perkatan dan bualan. Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kaupaham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah ada dalam mata mu lagi, bahkan dalam hati mu sekalipun.

Setiap hari, setiap waktu, setiap aku melihatmu, aku selalu berusaha menganggap semua baik-baik saja. Semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Aku membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti pasti akan hilang, aku memimpikan lukaku akan segera kering, dan tak ada lagi hal-hal penyebab aku menangis setiap malam. Namun.... sampai kapan aku harus terus mencoba?

Sementara ini saja, aku tak kuat melihatmu dan membayangkan bila suatu saat aku harus melihat mu sepaket dengannya . Sulit bagiku menerima kenyataan bahwa kamu yang begitu kucintai ternyata malah memilih pergi dan melupakan . Tak mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu kemudian mencari pengganti.

Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair. Aku tak tahu apa salahku sehingga kita yang baru saja kenal, baru saja mencicipi cinta, tiba-tiba terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata. Tak penasarankah kamu pada nasib yang membiarkan kita kedinginan seorang diri tanpa teman dan kekasih?

Aku menulis ini ketika mataku tak kuat lagi menangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak mampu lagi berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tak pernah benar-benar tinggal. Seandainya kautahu perasaanku dan bisa membaca keajaiban dalam perjuanganku, mungkin kamu akan berbalik arah—memilihku sebagai tujuan. Tapi, aku hanya persinggahan, tempatmu meletakan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.

Semoga kautahu, aku berjuang, setiap hari untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku agar polos tanpa rasa kepada mu, setiap hari. Aku berusaha keras, setiap hari,

Bisakah kau bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka, hanya karena ia harus memaksa menghilangkan perasaan ? Bisakah kau bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu sementara kenyataan memaksa ku untuk melupakan mu ?
Bisakah kau bayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik-baik saja?

Kamu tak bisa. Tentu saja. Memang kamu dulu perasa, tapi saat ini bukan dihadirkan untuk merasakan perasaan ku.

-080315-


Kamis, 15 Oktober 2015

close anything

Aku teringat akan semua tentang kita, dimana ada aku dan kamu dalam sebuah cerita.
Aku ingin bicara pada angin apakah cerita kita masih ada ? Atau hanyalah tinggal sisa daun yang gugur?

Aku berjalan berharap menemukan sisa serpihan yang dulu sempat kau berikan,
di tempat ini dulu kita bersama , ditempat dulu kita salng bercerita , dan dijalan ini dulu kita pernah tertawa sambil menggenggam tangan.

Apa kau lihat aku? Aku masih disini bersama semua sisa kebahagiaan yang dulu kau ciptakan .
Aku masih disini dengan air mata dan rasa sakit yang sampai saat ini masih belum bisa ku sembuhkan .
Bahkan aku masih tetap berjalan di jalan yg sama , dan membayangkan hal yg sama seperti yg dulu pernah menjadi bagian dari kegiatan kita.

Saat ini bukan lagi seberapa sakit luka yg kau tinggalkan , melainkan seberapa sulit melupakan hal yg selalu aku ingat.
Aku sudah ikhlas melepas kamu, dengan atau tanpa orang lain disamping mu aku sudah ikhlas dengan itu semua.
Hanya saat ini masih susah untuk ku melepas kan kamu dan semua cerita kita dulu.
Ya memang pada hukum nya pun ikhlas itu tidak sepaket dengan melupakan , disaat kita ikhlas belum tentu kita berhasil untuk melupakan.

Entah apa yg aku pikirkan saat ini, kenapa masih saja aku membiarkan hati ku berlama-lama menyimpan perasaan ini dan membiarkan
diri ini menyendiri menutup apapun yg ada didepan.
Menurut ku saat ini tidak ada pintu apapun yg bisa ku buka untuk memulai kembali.
Dan aku pun belum menemukan jawaban untuk terlepas dari semua yg masih aku kagumkan tentang kamu.

Entah tuhan meniginkan aku untuk tidak jatuh hati dulu sampai bertemu dengan orang yg tepat agar aku tidak terluka lagi
atau tuhan ingin aku benar-benar menyembuhkan luka ku dulu sebelum nantinya aku menjatuhkan hati ku dengan orang lain.

Intinya saat ini aku merasa tertutup oleh siapa pun yg datang.
Aku seperti mempunyai dunia ku sendiri yg tidak menginginkan siapapun untuk masuk.

Kamu, dan cerita kita masih tersusun rapi disini dan masih menempati tempat yg sangat aku jaga sampai saat ini
mustahil rasanya membiarkan orang lain untuk masuk, karena jangan kan untuk membiarkan masuk mencoba untuk
membuka hati pun aku tidak tertarik dengan siapa pun .


-08032015-

Kamis, 01 Oktober 2015

Tentang Kemarin, Hari Ini , Dan Seterusnya: bayangan

Tentang Kemarin, Hari Ini , Dan Seterusnya: bayangan: Lagi, dan lagi aku hanya terus bisa memandangi semua sisa yg kau tinggalkan. Lagi, dan lagi aku hanya terus bisa menatap apa yg masih ku ...

bayangan

Lagi, dan lagi aku hanya terus bisa memandangi semua sisa yg kau tinggalkan.
Lagi, dan lagi aku hanya terus bisa menatap apa yg masih ku simpan disini.
Tak ada satu pun yg aku hapus, apapun itu.
Untuk mu saat ini aku mungkin hanya seseorang yg dengan sangat keras ingin kau lupakan.
Tapi untuk ku, kau adalah seseorang yg sampai saat ini tidak bisa ku lupa.

Lagi, dan lagi aku masih ditempat ini menunggu entah apa yg harus ku tunggu.
Lagi, dan lagi aku masih tetap mencari tau tentang mu.
Sakit ? Ya memang .
Terlebih disaat aku melihat entah siapa DIA , apa status mu dengan nya ,
yg aku lihat dia menuliskan nama mu di antara foto nya .

Mungkin kalau aku bisa , aku lebih memilih untuk tidak pernah ingin tau.
Tentang dengan siapa pun kamu, tentang bagaimna pun kamu, dan lainnya.
Tapi perasaan memaksa ku untuk mengetahui apapun tentang mu.

Untuk kamu seseorang yg saat ini selalu diingatan ku dan entah sampai kapan,
Seseorang yg selalu aku rindukan dan sampai saat ini rindu ini tidak terungkap.
Aku mungkin tidak akan pernah lagi masuk dalam hidup mu,
Tidak bisa lagi menemani dan mendengar semua cerita mu.
Tapi aku akan tetap menjadi aku yg menyimpan banyak kenangan tentang kamu.
Aku yg selalu berharap semoga tuhan tetap memeluk mu erat,

Seerat rindu ku yg tidak pernah habis untuk mu 

Rabu, 23 September 2015

Rindu dan Melupakan

Kenapa untuk saat ini keadaan memaksa ku untuk melupakan ?
Melupakan disini bukan untuk hal yg buruk melainkan hal yg indah.
Dan kenapa keadaan menuntut ku untuk mengingat hal yg buruk ,
lalu melupakan yg indah .
Bukankah kita seharusnya melupakan yg buruk , dan mengingat yg baik ?
Mana bisa hal yg indah , kenangan yg manis, kebiasaan yg menyenangkan kita lupakan .
Sementara kita justru harus mengingat yg membuat sakit .
Bukankah otak kita diciptakan untuk mengingat ?
Lalu hati untuk merasakan .
Seperti hal nya pada saat ini, apa aku harus melupakan hal yg selalu aku ingat hanya untuk terlepas dari semua ini?
Mereka semua berkata lupakan lah bila itu membuat sakit ,
dan ingatlah sesuatu yg buruk untuk berhenti menangis.
Memang semua yg indah pada saat itu,
membuat semua isi otak ku terpenuhi oleh semua tentang AKU, KAMU, DAN KITA.
Dan itu juga yg membuat ku sampai saat ini tidak bisa melepaskan apa yg harusnya aku lepaskan.
Kenapa semua momen tentang kita justru membuat ku semakin sakit sendiri disini ?
Kenapa semua cerita indah kita dulu selalu membunuh aku dengan air mata ?
Dan kenapa rasa sakit ini pun tidak bisa membantu sedikit pun untuk bisa melupakan semua tentang kita ?
Aku selalu mencoba mengingat tentang semua yg hal buruk ,
yg semata mata hanya untuk melepaskan semua bayangmu disini.
Tapi pada akhirnya kerinduan yg sangat besar saat ini mampu melawan semua usaha ku.
Pada akhirnya aku tidak bisa apa apa selain hanya mengingat dan mengingat lagi semua tentang aku, kamu dan kita.
Tentang semua cerita, semua kebiasaan, semua momen.
Tentang semua pesan singkat kita, semua canda tawa kita, semua perjalanan kita dari bertemu sampai akhirnya sekarang berpisah.
Itu semua tidak akan hilang didalam ingatan ku, karna hanya kenangan itulah yg saat ini bersama ku.
Hanya kenangan itu lah yg aku punya, dan dengan kenangan itu lah aku selalu mengingat mu.
Setidaknya dengan semua kenangan tentang mu yg membuat aku yakin bahwa aku tidak sendiri disini.
Kamu memang pergi, tapi tidak dengan kenangan mu.
Dan aku akan tetap mengingatnya , tanpa peduli sesakit apapun.
Hingga rindu dan melupakan jaraknya hanya setipis benang.


Love – YS