Sehari setelah kamu pergi, aku merasa duniaku tidak lagi berotasi dengan normal. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa menatap senyummu, tanpa melihat sosokmu, tanpa membaca pesan singkatmu, dan tanpa mendengar suaramu. Hari-hari yang aku lewati tanpamu adalah hari-hari penuh ketakutan. Dalam hati, aku berharap kamu pulang, namun nampaknya wanita yang telah bersamamu saat ini tidak mungkin mengikhlaskan dirimu kembali padaku.
Satu minggu menangisimu, nyatanya belum cukup bagiku. Aku masih meratapi kepergianmu bahkan saat satu bulan kita berpisah. Satu bulan ketika kamu tidak lagi bersamaku, entah mengapa semua rasa sesak masih tidak beranjak. Setiap kali aku menatap salah satu sudut di tempat yg pernah kita lewati bersama, selalu mengingatkan aku pada sosokmu. Aku ingat saat kamu membiarkan tubuhmu terkena angin malam hanya demi memberikan jaket mu untuk ku. Hingga saat ini, setiap kali aku menatap tempat-tempat yg pernah kita datangi bersama, rasanya aku ingin memutar ulang kejadian satu bulan yang lalu. Saat kamu masih seutuhnya milikku, saat aku duduk di sepada motor Honda Vario mu, saat aku memelukmu begitu erat dan kita saling bercerita sambil tertawa melupakan lelah nya setelah bekerja seharian.
Karena tahu melupakanmu bukan perkara mudah, dua bulan berikutnya— aku memutuskan untuk menyibukan diri ku dengan berbagai kegiatan, dan travelling. Namun, nyatanya, bayang-bayangmu kian membesar. Semua kenangan kita yang harusnya aku lupakan itu, justru makin membesar setiap kali aku mencoba untuk melupakan mu. Kamu menjelma menjadi apapun yang aku lihat serta aku rasa, dan aku semakin membenci diriku sendiri karena tidak mampu melupakanmu.
Sakit hatiku ternyata masih berusia panjang, di tiga bulan dalam proses melupakanmu, aku masih menemukan diriku yang masih sering menangisimu. Bahkan, di empat bulan setelah kamu pergi, Hal seindah apapun tidak ada yg melukiskan kebahagiaan. Kamu masih di sini, di relung hatiku yang sepi.
Setelah empat bulan kepergianmu, aku menyadari bahwa selama ini hari-hari yang berjalan terlihat semakin menakutkan. Aku sudah melupakan rasa sakit saat pertama kali kamu tinggalkan, tapi setiap kali mengingatmu— perlahan air mataku jatuh tidak terkendali. Aku memaksa diriku untuk berubah, untuk segera melupakanmu, untuk melupakan kenangan saat kita makan sate berdua di sekitaran jalan Buncit Raya, untuk melupakan logat Padang mu yg terkadang masih suka kau tunjukan, untuk melupakan suara sepeda motormu, untuk melupakan lagu-lagu yg selalu kau putar didalam mobil ketika kita jalan , untuk melupakan bagaimana cara mu merayakan ulang taun ku, untuk melupakan kita .tapi aku tidak bisa.
Kemarin, 08 November 2015 adalah hari jadi kita yg ke 8 bulan. Happy Failed Monthversary 8 bulan untukmu dan selamat gagal 4 bulan karena aku tidak berhasil melupakanmu. Kini, aku merasa semakin bodoh karena aku tidak sekuat dan seikhlas itu untuk menerima kenyataan bahwa kita tak lagi sejalan.
I MISS YOU Buncit Beyo Kesayangan Aku*titikduabintang*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar