Selasa, 11 Oktober 2016

Kehadiran Mu ..

Kamu ..

aku tidak pernah memilih untuk membuka hati ku untuk hati yang baru ..
aku tidak pernah memilih untuk jatuh cinta kepada siapapun, termasuk kamu ..
aku tidak pernah membayangkan pertemuan kita ..
bahkan aku tidak pernah memikirkan kedekatan kita ..

Kamu ,,,

adalah alasan untuk aku membuka hati ..
adalah alasan untuk aku memaafkan ..
adalah alasan untuk aku ingin merasakan jatuh cinta kembali ..
dan kamu juga alasan untuk aku kuat merasakan sakit kembali ..

Hadir mu tidak pernah aku bayangkan sebelumnya
namun entah mengapa tuhan memberikan cara
untuk aku lebih mengenal mu

saat sosok mu menjadi hal yang tidak pernah aku kenal ,
tapi kini justru kamu lah orang yang sangat aku tunggu setiap harinya .
sosok yang awalnya tidak pernah aku bayangkan ,
saat ini justru menjadi orang yang paling sering untuk aku ingat ..

Ya , itu semua Kamu ..

Lelaki berlesung pipit..

aku tidak pernah membayangkan jatuh cinta seperti ini ..
bahkan awalnya aku sudah menutup hati ku untuk siapapun setelah kepergiannya ..
tetapi kamu hadir , entah apa rencana tuhan .. tapi aku percaya setiap pertemuan pasti beralasan ..
apa mungkin kamu bisa aku miliki ? atau kamu hanyalah perantara yang tuhan kirim untuk menyembuhkan luka ku ?

entahlahh~~ intinya aku mencintaimu , meskipun aku tidak tau seperti apa nanti akhirnya ..


Cukup , Melihat mu dari kejauhan dunia mu ..

Aku benci mengingat bagaimana caramu tersenyum. 
Aku benci menyadari bahwa senyum itulah yang selalu berhasil membuatku jatuh cinta dan terpana. 
Aku benci mengingat setiap lekuk wajahmu, bagaimana lesung pipit mu, 
hidung mu yang sedikit mancung, dan pipi oval mu itu entah mengapa telah menjadi pemandangan favoritku. 
Aku benci menerima kenyataan bahwa hari ini, aku tidak lagi punya kesempatan untuk memandangimu.

Setelah aku memintamu pergi, tentu ada yang berbeda di sini. 
Kamu tidak tahu hari-hari penuh ketakutan yang aku lewati tanpa membaca pesan darimu. 
Kamu tidak mengerti hari-hari yang kurasa semakin sepi,
 karena tidak lagi mendengar suaramu di ujung telepon. 
Kamu tidak paham betapa aku merindukan caramu memelukku, 
caramu merangkulku, caramu menenangkan bahwa dunia tidak akan meledak, 
dan aku percaya begitu saja pada kata-katamu seakan kamu telah membaca semua pertanda dalam hidupku.

Aku percaya begitu saja, saat kamu bilang cinta, dan mengajakku untuk menjadi yang kedua. 
Aku percaya begitu saja, ketika kamu membisikan cinta di telingaku, di hujan yang menderas malam itu, 
sambil memelukku dan meyakinkan diriku bahwa aku tidak akan pernah kehilangan kamu.
 Aku menerima begitu saja, ketika kamu mengutamakan kekasihmu, kemudian menomorduakan aku.
Aku menurut begitu saja, ketika kamu menyembunyikan aku dari sorotan mata dunia, 
ketika kamu menyembunyikan aku dari sahabat-sahabatmu, pun saat pertemuan kita 
harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Aku percaya begitu saja, padamu, 
aku terlalu percaya padamu, terlalu jatuh cinta padamu-- dan di situlah masalahnya.

Aku percaya kamu akan membahagiakanku, dengan segala macam ketulusan, 
yang di mataku pada awalnya adalah cinta. Aku percaya sepenuh hati, 
bahwa sebenarnya kamu hanya mencintaiku, namun kamu tidak mungkin meninggalkan 
kekasihmu karena hubungamu dengannya sudah lebih dulu adalah sebelum hubunganku denganmu. 
Aku percaya, semua rasa mengalah yang aku berikan, 
semua air mata yang terjatuh saat aku memelukmu dengan perasaan rindu itu, 
akan segera berganti menjadi kedamaian seutuhnya. 
Aku tidak tahu, mengapa aku percaya begitu saja, dalam dirimu, 
kulihat sosok yang sama dengan diriku, hanya saja kamu laki-laki dan aku perempuan. 
Aku jatuh cinta padamu karena aku merasa sedang mencintai diriku sendiri. 
Aku percaya padamu dan telah menjadikanmu separuh dari diriku, 
setelah memutuskan untuk meninggalkanmu, aku benar memang pada akhirnya aku kehilangan setengah dari diriku. Aku kini menjalani hari, sebagai aku yang tidak utuh.

Sehari setelah memintamu pergi, masih kurasa ketidakyakinanku untuk meninggalkanmu. Hal itu pun masih terjadi, ketika seminggu kamu tidak lagi menghubungiku, ketika semua tentangmu telah kuhapus dari memori ponselku. Seringkali, terbesit dari pikiranku untuk memintamu kembali, tetapi aku pada akhirnya sadar diri, aku tidak bisa selalu berada di antara dua hati. Aku akan jadi pendosa paling bodoh jika menginginkan kamu mengakhiri hubunganmu dengan kekasihmu, demi memulai hidup baru bersamaku. Aku tidak sekuat itu dan aku tidak ingin sejahat itu.

Kamu tahu, malam itu, aku membaca pesanmu dengan perasaan hancur. 
Hari itu, aku menyadari bahwa sebenarnya kamu tidak membutuhkanku lebih dari sekadar teman yang mengisi kekosonganmu.  

Karena bagimu, untuk mendapatkan perempuan sepertiku, bisa kamu lakukan dengan jentikan jari. 
Karena bagimu, untuk mendapatkan teman senang-senang, yang bisa kaupeluk dan kaurangkul, 
bukanlah hal yang sulit dilakukan. Sayangnya, aku terlalu bodoh menyadari di awal. 
Aku tidak bisa sejahat untuk menganggapmu hanya sekadar teman senang-senang. 
Aku tidak bisa untuk tidak melibatkan perasaan dalam hubungan kita. 
Apalagi di dukung oleh caramu yang serius menatapku, caramu berkata cinta padaku, 
caramu memelukku dengan pelukan tidak ingin kehilangan.

Aku tidak bisa menjadi jahat ketika aku jatuh cinta padamu,
meskipun dari awal kamu telah begitu jahat untuk menjadikanku, 
bahkan memintaku jadi yang kedua. Namun, sebenarnya, saat aku mengiyakan ingin dijadikan yang kedua, 
hari itu juga sebenarnya aku sudah menjadi setan jahat, yang cepat atau lambat akan menyakiti kekasihmu. 
Hari itu, aku berpikir, sah-sah saja menjadi yang kedua, 
karena kekasihmu tidak bisa menyediakan waktunya bahkan hanya untuk mengingatkanmu,
agar tidak telat makan.

Rasa takut untuk terus menjadi jahat telah membayang-bayangiku.
Aku bahkan ingin sepenuhnya memilikimu, aku bahkan tidak ingin pelukmu kauberikan untuk wanita lain
, aku bahkan ingin meraup habis seluruh waktumu agar aku bisa menjadi duniamu. 
Aku menyerah menjadi orang jahat, karena berjalan dalam ketakutan akan kehilanganmu 
setiap saat bukanlah hari-hari yang menyenangkan untuk dijalani.

Aku memilih mengakhiri, melepaskanmu pergi, dan hidup dengan rasa sakit hatiku sendiri.
Malam hari, ketika aku memintamu pergi, kamu berkata bahwa tidak hanya aku yang terluka,
tetapi kamupun merasakan luka yang sama. Aku yakin, itu hanyalah kalimat penghiburan semata, 
karena kamupun juga kaget ketika tahu ternyata aku punya kekuatan sebesar itu untuk meninggalkanmu.
Kamu tentu begitu percaya diri bahwa aku tidak akan memintamu pergi dan bertahan menjadi yang kedua. 
Tapi, wahai Sayangku-yang-aku-cintai-karena-kelemahanmu-itu, 
aku ingin memberitahu padamu, rasa memiliki dirimu kian hari kian besar, 
rasa ingin menghancurkan hubunganmu dan kekasihmu semakin tergambar jelas di otakku,
iblis dalam diriku kian menguat dan bertumbuh. Kita mengawali semua dengan buruk, 
dan inilah saatnya aku mengakhiri semua dengan baik.

Melepaskanmu pergi adalah keputusan yang kupilih. 
Kamu berkata tidak hanya aku yang terluka, tapi kamupun juga terluka. 
Namun, nyatanya, perkataanmu tidak terbukti sama sekali. 
Kamu tetap bahagia dengan kekasihmu dan bisa menganggap aku tidak pernah ada dalam hidupmu. 
Tapi, aku berjalan sendirian, meninggalkan kamu yang di belakang, 
dan kembali menata hatiku yang telah kauhancurkan. 
Jadi, aku tidak perlu berpanjang lebar, siapa yang sebenarnya paling sakit di sini.

Aku tidak ingin menjadi jahat lagi. Karena aku cukup bahagia menjadi aku yang sekarang.
Aku sudah cukup bahagia, melihatmu tetap bahagia bersama kekasihmu, 
dan tidak lagi membutuhkan pelukku. Aku sudah cukup bahagia hanya dengan menatapmu dari jauh. 
Aku sudah cukup bahagia merawat luka dengan tanganku sendiri.

Aku percaya, Tuhan akan menyembuhkanku. Aku percaya, waktu akan memperbaiki semua. 
Kamu tentu penasaran mengapa dulu aku bersedia dijadikan yang kedua. 

Alasan terkuat untuk bersamamu adalah aku ingin mengajakmu pulang, 
tapi aku tidak bisa memaksa orang yang sudah terlalu jauh pergi untuk kembali 
ke rumah yang harusnya dia tempati. Jika bagimu kekasihmu adalah jalan pulang yang tepat, 
silakan lakukan dan jalani sebisamu, sebelum pada akhirnya kamu menyadari-- 
aku adalah jalan pulang yang harusnya sejak dulu kamu ikuti.


Nikmati rumahmu hari ini, sebelum pada akhirnya kamu menyesal dan menyadari, 
bahwa hanya aku rumahmu untuk kembali.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Aku berharap kamu kembali ke pelukan ku..

Hai kamu pria berlesung pipit yang senyumnya selalu kukagumi, 
aku senang bisa kembali menghabiskan hari bersamamu. 
Aku senang melihatmu tertawa lepas disamping ku waktu itu, 
sesekali kamu berikan pelukan dan usapan dikepala ku yang sudah menjadi kebiasaan mu.
 Aku terlampau jatuh cinta kepada mu sampai aku lupa rasa lelah ku dari pekerjaan. 
Dan, semua kelelahan itu bukan berarti apa-apa selama aku bisa bersamamu.

Kita melewati hari dengan candaan aku dan kamu.
Kamu merangkulku dan selalu mengusap kepala ku, 
sentuhan itu yang sampai saat ini selalu aku rindukan. 

Siang berganti menjadi malam, mengapa setiap aku bersamamu, 
waktu terasa bergerak begitu cepat? Hujan turun malam itu dan kita menunggu 
disebuah warung didaerah pasar minggu , tidak jauh dari kantor.
Kamu berkali-kali menyentuh pipi dan kepalaku, Kamu turut menceritakan hari-harimu 
yang menggelap tanpa kehadiranku. Apa yang bisa aku lakukan? 
Aku bersandar di bahumu dan memegang setiap jemarimu. 
Aku tahu karena aku akan selalu kehilangan kamu, maka aku harus mensyukuri 
setiap detik yang kita miliki, sebelum aku kembali mengikhlaskan kamu pergi.

Malam itu, hujan kelihatan sudah berhenti. Kamu mengenggam jemariku 
untuk menaiki sepeda motormu. kamu memberikan jaket abu-abu biru mu 
ntuk ku dan merelakan kemeja mu basah kuyub tanpa jas hujan. 
aku memeluk kemeja basah mu, merasakan setiap detik kenyamanan dipelukan mu.
Baru beberapa menit aku memelukmu di atas sepeda motor, hujan kembali turun lagi. 
beberapa hujan pernah kita lewati bersama, 
tp entah mengapa menurut ku ini hujan yang sangat romantis yang pernah kita lalui. 

Aku turun dari sepeda motormu. Dan, kamu menatapku dengan tatapan hangat. 
Kamu memelukku sesaat dan kemudian kamu berlalu dengan cepat. 
Kutatap punggungmu dari belakang, hingga sepeda motormu menjauh. 
Ada kekosongan dan kehampaan yang aku rasakan. Belum berapa detik berlalu, 
namun aku sudah merindukan pelukmu.

Malam itu, aku menatap punggungmu yang menghilang dari pandangan. 
Seakan kamu ingin memberitahu, bahwa aku harus siap kehilangan kamu kapanpun itu. 
Kita saling tahu, bahwa di antara kita tidak akan ada yang bisa saling memiliki. 
Kamu tidak akan mampu memilikiku dan aku tidak akan bisa memilikimu. 
Kita sudah sepakat untuk ini bahwa aku dan kamu harus saling menyembunyikan. 
Tapi, bisakah kau menahan diri dari kutukan cinta? 
Kamu tidak bisa memilih harus jatuh cinta dengan siapa. 
Cinta tidak pernah salah, tapi dia bisa datang terlambat.

Kamu selalu bilang bahwa aku datang ke hidupmu sangat terlambat, 
meskipun kamu sangat mencintaiku, namun bukan berarti kita bisa punya akhir menyatu. 
Malam itu, aku menatap punggungmu menjauh. Hujan turun semakin deras. 
Dan, aku lepaskan kamu dari pelukanku. Aku ikhlaskan kamu menuju peluknya. 
Sambil berharap kamu tahu, aku tetap akan menunggumu,
 meskipun aku tahu kekasih mu tidak akan melepaskan mu.

Aku tetap akan menunggu kamu kembali ke dalam pelukanku. 
Karena aku yakin, kamu selalu tahu, ke mana kauharus pulang.


Aku selalu merindukan kamu lelaki berlesung pipit :)

I STILL LOVE YOU

Kau kirimkan pesan singkat mu
Apakah ku baik-baik saja
Jujur menetes air mataku
Karna ku tak sanggup jujur

Andai kamu ada waktu itu
Waktu ku hancur melepaskanmu
Pasti kamu mengerti mengapa
Tak pernah ku mampu menggantikanmu

Rindu tapi tak bisa bertemu
Cinta tapi tak bisa bersama
Ingin lupa tapi ku sulit Melupakan
Ingin berlari tapi tak mampu pergi

Dia telah menyita semua rasaku
Tak tersisa meski semua kini tlah hilang
Baik-baik di sana
I still love you

Rindu tapi tak bisa bertemu
Cinta tapi tak bisa bersama
Ingin lupa tapi ku sulit Melupakan
Ingin berlari tapi tak mampu pergi


I STILL LOVE YOU YL

Kehilangan Kamu ..

Hai mas, kamu apa kabar ?

Pengen bnaget rasanya kirim pesan ke kamu, nanya kabar kamu, nanya kamu lagi apa, dan lain-lain.
tapi aku sadar , kamu ga pernah mengharapkan pertanyaan itu dari aku .
setelah kamu milih untuk pergi tanpa kata-kata , aku sekarang ngerti seperti apa pilihan kamu .
1 hal yang aku ga ngerti , kenapa kamu terlalu pengecut untuk mengatakan perasaan kamu sendiri ?
kenapa kamu terlalu takut untuk jujur sama perasaan kamu sendiri mas ?

aku masih ga tau apa yang terjadi sama kita , hari itu kamu baik baik aja , bahkan kamu masih bilang hal yang romantis bgt sampe akhirnya aku ngerti bahwa itu adalah kata2 terakhir kamu .
aku ga percaya , malam itu terakhir kalinya kamu usap kepala aku . aku masih inget disaat kita ngelewatin malam itu untuk nunggu hujan ..
aku masih ngerasain banget kalo kamu ada disini mas :( aku kangen sama kamu

kita emang gabisa setiap saat kontek untuk nanya kabar masing2, kita emg gabisa setiap saat ngungkapin rasa kangen masing2 . tp setidaknya kemarin-kemarin aku masih bisa meluk kamu disepanjang perjalanan kita walaupun itu cuma beberapa kali dalam seminggu .
kepergian kamu yang tanpa kata-kata ini bener2 bikin aku gatau harus mikir apa ke kamu, sedangkan kamu sendiri pernah janji sama aku bahwa kamu ga akan mungkin pernah berubah sekalipun status kamu udah berbeda nantinya.

aku ga percaya mas, aku masih ga percaya. orang yang pernah mengungkapkan perasaannya ke aku dan pernah meminta aku berkali kali untuk tetap tinggal tetapi skrg justru malah meninggalkan aku tanpa kata-kata terakhir . bahkan kamu ga ngasih aku kesempatan sama sekali untuk peluik kamu buat terakhir kalinya !!

kamu jahat mas , kamu ngebunuh aku dengan semua perasaan ini . aku ga pernah minta kamu untuk hadir dihidup aku, aku juga ga pernah minta untuk jatuh cinta sama kamu . tp disaat semua usaha kamu berhasil untuk bikin aku cinta sama kamu , kamu justru pergi tanpa tanggung jawab padahal kamu tau seperti apa aku membanggakan kamu , seperti apa berharga nya kamu buat hari-hari aku .

kenapa kamu terlalu tega ? tega ninggalin aku tanpa aku tau apa status terakhir kita ! aku cuma mau denger apa yg terucap dari mulut kamu mas . aku cuma mau tau alasan kamu berbuat seperti ini untuk apa . kenapa kamu terlalu jahat membalas semua perasaan aku ? aku bersedia bersembunyi dari semuanya , aku bersedia tanpa pengakuan kamu didepan mereka , aku bersedia asalkan kamu juga bisa menguatkan aku . tapi kenapa kamu setega ini ?

aku mau ketemu kamu mas, aku kangen sama kamu idung tomat , aku rindu cara kamu memperlakukan aku layakanya seorang putri , aku mau denger cerita kamu tentang manchester united nya kamu itu :(

Kehilangan kamu, adalah kegelapan untuk dunia ku

Minggu, 20 Maret 2016

Kenangan Terindah

Kenangan Terindah
by Samsons


Aku yg lemah tanpa mu 
Aku yg rentan karena 
cinta yg tlah hilang dari mu
yg mampu menyanjung ku

Selama mata terbuka
sampai jantung tak berdetak
selama itu pun aku mampu 
untuk menyanjung mu

Dari mu, ku temukan hidup ku
bagi ku , kau lah cinta sejati ...

Bila yg tertulis untuk ku
adalah yg terbaik untuk mu
kan ku jadikan kau kenangan yg terindah dalam hidup ku
namun tak kan mudah bagiku
meninggalkan jejak hidup ku
yg tlah terukir abadi sebagai kenangan yg Terindah ....


Rabu, 09 Maret 2016

1 Tahun Pertama Kita

Hai seseorang yg masih ada dalam ingatan ku ,

kemarin tanggal 8 maret 2016 tepat 1 tahun pertama kita (apabila masih bersama) .
1 tahun yg lalu di hari minggu tanggal 8 maret 2015 untuk pertama kalinya kamu jemput aku di sekitaran rumah lalu kita jalan , setengah hari aku bareng sama kamu untuk pertama kalinya kita makan berdua di salah satu resto di mall itu dan nonton bareng film "Insurgent" .
karena besoknya harus kerja lagi , akhirnya kita mutusin untuk pulang ga terlalu malem .
setelah selesai bayar parkir , dengan spechlees nya aku denger kamu nyatain perasaan dan minta aku untuk nerima semua kekurangan kamu .

yg perlu kamu tau , tanggal 8 kemarin adalah tanggal yg berat bgt buat aku .
kamu gatau kan gimana aku selalu berusaha untuk menikam semua perasaan aku sendiri , aku berharap tanggal 8 ga pernah ada , aku berusaha untuk tidak melihat apapun yg sudah aku simpan rapi selama 1 tahun ini .
dulu memang indah , tapi dulu sebelum tuhan berkehendak lain untuk kita .

Dulu kamu menjadi orang yg selalu aku tunggu untuk memberi kabar , orang yg selalu aku tunggu telfon nya di setiap malam , orang yg selalu aku ingin dengar suaranya sebagai pengantar tidur ku ,
orang yg selalu aku cemaskan , dan sampai saat ini kamu menjadi orang yg selalu aku tunggu untuk pulang .

Jujur ga terasa ternyata udah 1 tahun lebih kita kenal , dan entah sudah berapa bulan aku kehilangan kamu . tapi entah kenapa hati dan kaki ku seperti nya sama , mereka sama-sama tidak mau berjalan . seakan tidak ingin beranjak dari kesendirian ini . meski aku tau banyak tawaran kebahagiaan di luar sana , tapi hati ini selalu menjerit bahwa kamu lah yg di harapkan hadir untuk menawarkan kebahagiaan itu .

Aku rindu , aku sangat merindukan mu . Walaupun sampai detik ini wajah mu hanya berjarak beberapa meter dengan ku, tapi rasanya kita seperti berada di benua yg berbeda .
aku rindu melihat bisa tertawa lepas saat aku bertingkah konyol , aku rindu mendengar suara mu di ujung telpon , aku rindu cerita singkat kita .

Rabu, 06 Januari 2016

Tahun Pertama Setelah Perpisahan Kita

Selamat tahun baru untukmu. Bagaimana malam tahun baru kamu ? apakah menyenangkan ?

Dua ribu lima belas milikku yang dulu sepenuhnya hanya dirimu, kini sudah tertinggal jauh di belakang. Dua ribu belas milikmu tentu tidak sesedih aku. Yg kulihat, kamu dan kekasih barumu semakin dekat, Bahkan baru-baru ini aku tau kamu pergi bersama kekasih mu ke tempat yg dulu pernah kita datangi bersama. 

Tentu kamu tidak membayangkan, betapa sisa-sisa dua ribu lima belas yang aku lewati tanpa kehadiranmu adalah hari-hari menyedihkan yang perihnya aku tahan sendiri. Tidak ada orang yang mengerti betapa kehilanganmu adalah ketakutan terbesarku. Dan, kepergianmu yang tiba-tiba bahkan masih menimbulkan tanya di dadaku. Diam-diam, aku berkata dalam hati, "Apakah memang aku tidak sepenting itu bagimu?"

Aku berusaha meyakinkan diriku untuk membencimu di sisa-sisa dua ribu belas milikku yang aku lewati setelah perpisahan kita. Aku berusaha mencari semua kesalahanmu untuk menghipnotis diriku sendiri bahwa kamu adalah pria super jahat. Namun, saat malam menjelang, dan wajahmu ada dalam ingatanku saat itu-- nyatanya bagiku kamu tidak sejahat itu. 

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan jahat pada pria yang dengan sepeda motor Honda Vario nya itu tetap mau mengantarku hingga depan rumah. Aku begitu tahu, betapa kakimu pegal karenaku. Betapa rumahku yang jauh tentu sangat menyiksamu. Tapi, di depanku, kamu tetap tersenyum dan dengan senang hati langsung menyerahkan satu helm lain yang kamu bawa khusus untukku. Hanya sesederhana mengantar sampai depan rumah, menunggu di depan meskipun kepanasan, tapi namamu sampai sekarang membekas dalam ingatan. Kamu yang harusnya sejak dulu kulupakan malah jadi sosok yang paling sulit untuk aku hilangkan.

Tahukah kamu, di sisa-sisa dua ribu lima belas yang aku lewati tanpamu, adalah masa-masa sulit bagiku untuk menerima bahwa kita tidak lagi bersama. Bahwa tak akan ada lagi pesan singkatmu. Bahwa tidak akan ada lagi suaramu. Tidak ada pelukmu. Tidak ada tawamu. Tidak ada hari-hari bersamamu. Aku berjalan sendirian serta tertatih kesepian, berusaha meraba-raba hari demi hari. Berjalan dari satu ketakutan ke dalam ketakutan lain. Mengingat betapa masa-masa tanpamu adalah hal sulit yang belum bisa aku lewati. Bahkan hingga detik ini. Aku masih jadi perempuan yang ingin kamu cepat pulang.

Kamu tidak tahu hari-hari yang aku lewati dengan menatap ponsel setiap menit, berharap ada pesanmu. Kamu tidak pernah tahu, setiap ada pemberitahuan masuk, aku berharap itu kamu. Kamu tidak tahu, setiap ada panggilan berdering, aku berharap kamulah yang ada di ujung telepon. Kamu tidak tahu, aku tidak membalas semua pesan pria yang lebih baik darimu hanya karena aku ketakutan menjalani hubungan yang nantinya akan berakhir seperti hubungan kita. Kamu tidak tahu, berapa pria yang berusaha masuk ke dalam hatiku, tapi sekuat hati aku menutup diri karena dalam bayanganku masih kamulah yang cocok bertempat di sini-- di hatiku yang hanya pantas kauhuni. Kamu tidak tahu sudah berapa air mata yang kujatuhkan dalam doaku, memohon Tuhan menghapus segala ingatanku tentangmu, meminta aku terkena Alzheimer, atau amnesia, asal aku lupa waktu-waktu indah bersamamu dan yang aku ingat hanyalah kebahagiaan-kebahagiaan bersama sahabat dan keluargaku. Kamu tidak tahu betapa sampai sekarang aku masih takut jatuh cinta jika cinta berarti harus jatuh dan kehilangan lagi untuk yang kedua kali.

Kamu tidak tahu betapa aku masih mengitung hari. Sehari, tujuh hari, dua puluh hari, lima puluh hari, seratus hari, untuk menunggumu pulang. Aku tahu kamu tidak akan pulang. Kamu pasti tidak akan menapaki lagi jalan pulang menuju aku. Karena jalan pulangmu tidak lagi mengarah kepadaku. Sejak wanita itu hadir di antara kita berdua, entah mengapa aku tidak bisa menyalahkan wanita itu, aku malah menyiksa dan menyalahkan diriku sendiri. Apa salahku hingga kamu meninggalkanku kemudian memilih dia?

                                                                                                                                                                               Dari wanita yg selalu menyebut nama mu di dalam doa nya
-YS-
08032015