Sabtu, 08 Oktober 2016

Aku berharap kamu kembali ke pelukan ku..

Hai kamu pria berlesung pipit yang senyumnya selalu kukagumi, 
aku senang bisa kembali menghabiskan hari bersamamu. 
Aku senang melihatmu tertawa lepas disamping ku waktu itu, 
sesekali kamu berikan pelukan dan usapan dikepala ku yang sudah menjadi kebiasaan mu.
 Aku terlampau jatuh cinta kepada mu sampai aku lupa rasa lelah ku dari pekerjaan. 
Dan, semua kelelahan itu bukan berarti apa-apa selama aku bisa bersamamu.

Kita melewati hari dengan candaan aku dan kamu.
Kamu merangkulku dan selalu mengusap kepala ku, 
sentuhan itu yang sampai saat ini selalu aku rindukan. 

Siang berganti menjadi malam, mengapa setiap aku bersamamu, 
waktu terasa bergerak begitu cepat? Hujan turun malam itu dan kita menunggu 
disebuah warung didaerah pasar minggu , tidak jauh dari kantor.
Kamu berkali-kali menyentuh pipi dan kepalaku, Kamu turut menceritakan hari-harimu 
yang menggelap tanpa kehadiranku. Apa yang bisa aku lakukan? 
Aku bersandar di bahumu dan memegang setiap jemarimu. 
Aku tahu karena aku akan selalu kehilangan kamu, maka aku harus mensyukuri 
setiap detik yang kita miliki, sebelum aku kembali mengikhlaskan kamu pergi.

Malam itu, hujan kelihatan sudah berhenti. Kamu mengenggam jemariku 
untuk menaiki sepeda motormu. kamu memberikan jaket abu-abu biru mu 
ntuk ku dan merelakan kemeja mu basah kuyub tanpa jas hujan. 
aku memeluk kemeja basah mu, merasakan setiap detik kenyamanan dipelukan mu.
Baru beberapa menit aku memelukmu di atas sepeda motor, hujan kembali turun lagi. 
beberapa hujan pernah kita lewati bersama, 
tp entah mengapa menurut ku ini hujan yang sangat romantis yang pernah kita lalui. 

Aku turun dari sepeda motormu. Dan, kamu menatapku dengan tatapan hangat. 
Kamu memelukku sesaat dan kemudian kamu berlalu dengan cepat. 
Kutatap punggungmu dari belakang, hingga sepeda motormu menjauh. 
Ada kekosongan dan kehampaan yang aku rasakan. Belum berapa detik berlalu, 
namun aku sudah merindukan pelukmu.

Malam itu, aku menatap punggungmu yang menghilang dari pandangan. 
Seakan kamu ingin memberitahu, bahwa aku harus siap kehilangan kamu kapanpun itu. 
Kita saling tahu, bahwa di antara kita tidak akan ada yang bisa saling memiliki. 
Kamu tidak akan mampu memilikiku dan aku tidak akan bisa memilikimu. 
Kita sudah sepakat untuk ini bahwa aku dan kamu harus saling menyembunyikan. 
Tapi, bisakah kau menahan diri dari kutukan cinta? 
Kamu tidak bisa memilih harus jatuh cinta dengan siapa. 
Cinta tidak pernah salah, tapi dia bisa datang terlambat.

Kamu selalu bilang bahwa aku datang ke hidupmu sangat terlambat, 
meskipun kamu sangat mencintaiku, namun bukan berarti kita bisa punya akhir menyatu. 
Malam itu, aku menatap punggungmu menjauh. Hujan turun semakin deras. 
Dan, aku lepaskan kamu dari pelukanku. Aku ikhlaskan kamu menuju peluknya. 
Sambil berharap kamu tahu, aku tetap akan menunggumu,
 meskipun aku tahu kekasih mu tidak akan melepaskan mu.

Aku tetap akan menunggu kamu kembali ke dalam pelukanku. 
Karena aku yakin, kamu selalu tahu, ke mana kauharus pulang.


Aku selalu merindukan kamu lelaki berlesung pipit :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar