Senin, 19 Oktober 2015

dimana hati nurani mu ?

Sabtu , 17 oktober 2015
malam itu akhirnya aku melihat hal yg entah harus aku ketahui atau tidak.
Ada sebuah tulisan yg aku baca pada sebuah akun sosial media , bertuliskan “dinner *dilengkapi emoticon sepasang cewe sama cowo* with Y (nama kamu) at sagara ancol”
ga nyangka bgt aku bisa liat moment kalian seperti ini, dan ga nyangka kamu secepet ini yaa buat nyaman lagi sama orang lain.
Hati nurani kamu dimana ya ? Ga inget dulu kamu ngomong apa ? Ga inget dulu kita seperti apa ?
Memang hak kamu untuk bahagia dan menemukan kebahagiaan, tapi apa tidak ada sedikit perasaan kamu untuk menjaga aku disini yg masih belum bisa melupakan?
Ga bisa kah sedikit aja kamu jaga perasaan aku untuk tidak terlalu mencolok ?
Aku masih ingat disaat kamu mengatakan untuk tidak mau membuka hati untuk siapa pun dan tidak ingin memulai hubungan baru karna ingin mengosongkan hati.
Bahkan kamu juga sempat menjanjikan tetap disini sekalipun aku ingin melupakan mu pelan-pelan. Apa kamu lupa ? Kamu lupa semua nya?
Aku juga masih sangat ingat disaat kamu bilang bahwa bukan hanya aku yg sulit melupakan tapi kamu juga, bukan hanya aku yg selalu memikirkan kamu tp kamu juga.
Kamu membuat aku seperti tidak sendirian untuk merindukan mu, kamu membuat aku yakin bahwa kamu jg merasakan apa yg aku rasakan.
Tapi sekarang kamu lagi dan lagi menjatuhkan aku ke jurang yg sangat dalam, kamu menghempaskan aku seperti barang yg tidak lagi berguna.
Dimana hati nurani kamu ? Dimana semua perasaan kamu yg dulu aku banggain ? Dimana semua kata-kata manis yg selalu kamu ucapin ?
Mana buktinya kamu bilang perasaan ga secepat itu untuk hilang ? Mana buktinya kamu bilang susah untuk jatuh hati dan nyaman sama orang lain ?
Apa karena dia satu suku sama kamu ? Apa karena dia yg kamu kenal lebih dulu sebelum aku ?
Apapun itu aku tidak peduli, saat ini aku mengerti kamu bukanlah orang yg aku kenal baik . Bukan lagi orang yg aku anggap dapat merasakan apa yg aku rasakan.
Kamu hanyalah orang yg berhasil membuat ku jatuh cinta teramat dalam lalu pergi begitu saja tanpa niat untuk kembali, kamu hanya datang untuk membuat luka yg baru.
Tidak sadarkah luka yg kamu buat kemarin saja belum bisa aku sembuhkan sampai saat ini !
Entah dimana perasaan mu, orang yg dulu selalu berhasil membuat aku tertawa , orang yg berhasil meyakinkan aku dengan rasa nyaman kini justru berhasil membuat ku
hancur sehancur-hancurnya , membuat ku jatuh sejatuh-jatuhnya.
Aku mencintai mu, bahkan masih mencintaimu sampai saat ini. Ya memang aku bodoh, dan sangat bodoh masih saja membiarkan perasaan ini tetap hidup sendirian
sedangkan kamu sudah bahagia dengan yg lain.
Aku bodoh masih selalu bermimpi dapat bersama mu kembali setelah semua luka yg kamu hadirkan dan tinggalkan disini.
Mungkin hanya aku yg masih tetap berdiri ditempat yg sama dan menunggu orang yg sama padahal aku tau orang itu tak akan pernah datang lagi.
Mungkin hanya aku yg tidak perduli bagaimana sakitnya , seberapa sakitnya untuk bisa tetap bersama kamu.
Dan mungkin hanya aku yg tetap ingin mengejar mu walau aku melihat sendiri kamu selalu saja berlari tanpa pernah melihat ke balakang bahwa ada aku
yg sudah berjatuhan hanya untuk mengajar mu.

Perasaan ini akan tetap kuat, tapi aku sadar saat ini ada orang lain yg lebih berhak atas kamu. Ada orang lain yg lebih berhak mencintai mu dibandingkan masa lalu mu.
Ini mungkin belum seberapa , cepat atau lambat aku yakin akan ada pemandangan yg lebih menyakitkan yg harus ku lihat.
Akan ada kenyataan pahit yg harus aku terima setelah ini, dan itu semua menuntut ku untuk tegar.
Terima kasih sudah menguji kesabaran dan kekuatan ku.
Untuk kamu, semoga yg kamu jalani saat ini adalah pilihan terbaik kamu. Semoga dia yg mempunyai banyak kelebihan mampu memenuhi semua keinginan kamu.
Semoga dia mampu untuk mencapai ekspektasi mu.
Bahagia untuk kalian. Setidak nya aku bisa melihat kamu lebih bisa memanjakan dia dibandingkan dulu ketika bersama ku.
Kamu , aku ingin melupakan mu. Sangat-sangat ingin.
Pergilah , pergi sejauh mungkin , bawa semua kebahagiaan mu.
Bawa dia dan semua cerita kalian. Aku sudah menghapus mu, aku sudah menghapus mu !!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar